KUATKANLAH HATIMU JANGAN TAKUT ( Yesaya 35:4-10)

Berdoa dan berlutut

Kuatkanlah hatimu jangan takut. Rasa takut adalah salah satu pergumulan yang pada umumnya dialami oleh umat manusia. Rasa takut dapat menghinggapi siapa saja, termasuk orang yang beriman.

Dalam menghadapi situasi kehidupan saat sulit, seringkali kita menjadi takut bahkan cenderung menjadi putus asa dan apatis, mungkin karena kondisi ekonomi yang sulit, rumah tangga yang hancur, pekerjaan yang tak menentu, jodoh yang tak kunjung datang, sakit penyakit yang tak sembuh, kehilangan orang-orang yang dikasihi, perasaan tertolak, kekecewaan dan lain-lain.

Namun dalam kondisi demikian firman Tuhan mengingatkan kita: “Jangan takut, kuatkan hatimu”, sebab kita memiliki Tuhan yang baik dan sanggup menyelamatkan kita dari segala macam masalah ketakutan dan pergumulan hidup.

Juga dalam Filipi 4:13 dikatakan: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Salib kristus background

Melalui Firman Tuhan tersebut kita diingatkan supaya jangan takut menghadapi setiap masalah, tantangan dan hambatan dalam hidup kita. Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi). Pertolongan hanya ada pada Tuhan, Dia sanggup menyelamatkan dan memberikan sukacita yang sesungguhnya. Andalkan Tuhan dalam pergumulan dan kesusahan dan jangan mengandalkan diri sendiri, teman, keluarga, harta dan pangkat (Amsal 3:5). Jika kita mengandalkan Tuhan akan terjadi perubahan, kita akan menjadi pemenang dalam iman dan memiliki pengharapan bahwa hari esok lebih baik.

Tuhan datang menyelamatkan kita. Keselamatan yang dari Allah akan membawa pemulihan, mencelikkan mata rohani yang buta, membuka telinga yang tuli, menggerakkan kaki lumpuh kita untuk pergi dan datang kembali menyembah Tuhan dan membuat mulut kita mampu menyuarakan kebenaran dan mewartakan perbuatan besar Tuhan.

Allah tidak pernah meninggalkan dan melupakan umatNya. Tuhan kita adalah Penolong yang setia. Marilah kita menaruh pengharapan kita senantiasa kepada Tuhan, jangan takut dan tawar hati akan situasi hidup kita hari ini dan hari esok. Amin.

(Pdt. Tri Julpan M. br. Hutabarat, S.Th)

0 Comments

Posting Komentar

Popular Posts